Mengenai Saya

Foto saya
gendut.....luchu...pngen punya banyak temen dari smua bidang ya cp tw aj bisa bikin usaha bareng2

jualan juga lho

guys (cowo' n cewe')
yang pengen cari sesuatu yang luchu
mungkin baju sepatu dll
yang harganya yah lumayan murah sich dengan kualitas yang bagus

bisa pesen aja ke gw ya...

facebook
kancute_orange@yahoo.com

Jumat, 09 Januari 2009

Merawat Kaca Mobil
Kaca mobil yang kotor dan berjamur bisa mengganggu pandangan saat mengemudi. Untuk itu, kaca mobil juga perlu dirawat agar selalu bersih dan membuat anda nyaman dalam perjalanan.

Merawat kaca mobil sedikit berbeda dengan merawat bodi mobil. Kaca mobil tidak boleh dipoles sesering kita memoles bodi mobil, karena jika terlalu sering dipoles, lapisan kaca dapat menipis dan membuat kaca tersebut kehilangan lapisan anti UV bawaan pabrik, dan ekstrimnya kaca bisa menjadi rapuh dan gampang pecah. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi, untuk itu kita harus lebih rajin merawat kaca mobil kita. Agar kaca mobil kita terhindar dari jamur, kita harus rajin mengeringkan kaca dengan mengelap menggunakan lap chamois setiap kali mobil habis kehujanan. Untuk hasil maksimal, setelah dilap dengan chamois, ulangi menggunakan lap microfiber agar bening sempurna. Jangan biarkan air atau kotoran terlalu lama menempel di kaca. Jika kita mendapati mobil kita dalam keadaan kotor dan kita tidak sempat mencuci mobil, sempatkanlah untuk mengelap kaca-kacanya saja. Jamur yang menempel di cat agar hilang dapat sering-sering dipoles (dengan cara yang telah disebutkan pada blog sebelumnya), namun tidak demikian dengan jamur di kaca, sehingga lebih baik mencegah timbulnya jamur dengan rajin mengelap kaca. Jika kaca sudah terlanjur dipenuhi jamur, tidak ada cara lain selain membawa mobil anda ke salon untuk dibersihkan kacanya dari jamur, sekali lagi saya ingatkan, jangan terlalu sering memoleskan kaca mobil anda di salon. Memoles sendiri di rumah juga tidak terlalu disarankan karena memoles kaca mobil tingkat kesulitannya lebih tinggi dari memoles bodi. Jika anda melakukan kesalahan, justru anda bisa menjadi 'buta' saat mengemudi karena kaca yang seharusnya bening menjadi buram karena kesalahan dalam memoles.

Tips selanjutnya yang ingin saya berikan adalah cara perlakuan kita 'memainkan' wiper agar kaca depan atau kaca belakang yang dilengkapi wiper bisa lebih awet.

Pertama, jangan sekali-sekali menggerakkan wiper jika kaca dalam kondisi kering dan penuh debu. Ini bisa menimbulkan goresan-goresan halus (bahkan kasar) pada kaca mobil anda, karet wiper juga menjadi gampang rusak dan tidak sehalus sebelumnya. Jika kaca mobil anda penuh debu, jika ingin membersihkannya dengan wiper, semprotkan air/cairan wiper terlebih dahulu agar kaca menjadi licin dan debu-debu tidak sampai menggores kaca ketika wiper digerakkan. Cara yang lebih aman adalah selalu sedia lap chamois di mobil, jika mendapati kaca kita penuh debu, lebih aman mengelapnya dengan chamois yang lembab daripada menggunakan wiper.

Kedua, gunakan wiper seperlunya. Banyak kita jumpai dalam kondisi hujan yang hanya gerimis, orang-orang menyalakan wiper dalam posisi 'full speed'. Jika hal ini sering dilakukan, lapisan kaca dapat terkikis walau hanya sepersekian mikron. Ini dapat menimbulkan belang antara bagian yang tersapu wiper dan bagian yang tidak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pabrikan mobil sekarang ini melengkapi jajaran mobil-mobil barunya (yang masih tergolong mewah seperti Toyota New Corolla Altis dan Peugeot 307) dengan 'rain sensor' yang memungkinkan wiper untuk bergerak secara otomatis sesuai intensitas hujan/jumlah air yang menempel di kaca, jadi wiper secara otomatis bergerak seperlunya saja. Bagi mobil-mobil yang belum dilengkapi dengan rain sensor, pengemudilah yang harus menganalisa seberapa sering wiper harus digunakan.

Ketiga, jika menggunakan 'wiper fluid', pastikan sabunnya tidak membuat kaca terlalu kesat karena hal ini justru dapat menimbulkan wiper menjadi 'skipping' saat digerakkan dan menimbulkan suara yang mengganggu. Pastikan sabun dicampurkan sesuai anjuran pada kemasan. Jika terlalu sedikit akan tidak ada manfaatnya dan jika terlalu banyak justru akan menimbulkan semacam kabut putih pada kaca yang dapat mengganggu pandangan. Mencampurkan air dengan sabun cuci piring (semacam SunLight) sangat efektif untuk menghilangkan noda-noda dan lemak yang menempel di kaca, namun cara ini tidak begitu direkomendasi karena belum diteliti mengenai dampak yang ditimbulkan oleh sabun cuci jika terlalu lama dibiarkan mengendap di reservoir. Lebih baik menggunakan wiper fluid yang memang sudah dirancang untuk kaca mobil semacam KIT atau Rain-X.

Terakhir, rajin-rajinlah mengelap karet wiper dengan lap chamois agar karet wiper bebas dari debu-debu yang dapat menggores kaca.




Merawat Ban Mobil



1. Biasakan untuk memeriksa tekanan ban mobil.
Paling sedikit sebulan sekali terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh atau ke luar kota. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.

2. Perhatikan dengan cermat tekanan yang proporsional dari ban mobil Anda.
Ukuran tekanan ban yang pas bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.

3. Untuk pengukuran yang valid terhadap tekanan ban mobil, periksalah ban saat suhu dingin. Atau setidaknya tunggu selama tiga jam jika mobil Anda habis menempuh perjalanan jauh.

4. Lakukan pemeriksaan berkala, paling tidak sebulan sekali dan jagalah agar ukuran tekanan ban mobil Anda selalu pada batasan yang proporsional.

5. Jagalah ban mobil Anda dari lubang di jalan. Lobang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban, melainkan juga akan mennganggu keseimbangan ban mobil.

6. Pastikan Anda menukarkan ban mobil Anda antara yang di depan dengan yang di belakang tiap 6000 mil, agar menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.

7. Sebaiknya tidak mengendarai mobil dengan ban tanpa penutup pentilnya.
Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.

8. Periksalah keseimbangan ban mobil secara periodik, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.

9. Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan.



Merawat Karet Kaca Mobil



Badan Meteorologi dan Geofisika menyebutkan badai Nicholas yang sampai pekan lalu jalan-jalan di sekitar wilayah Australia berpotensi memperparah musim hujan di wilayah Indonesia.

Selain meningkatkan kewaspadaan dan rajin melakukan pengecekan kondisi kendaraan, ada baiknya Anda tak lalai memerhatikan kondisi karet list kaca pada pintu mobil Anda.

Karet yang berfungsi mencegah menyusupnya air hujan yang bersifat asam ini, jika lalai diperhatikan bisa mengeras dan getas. Akibatnya, pori-pori mulai terbentuk sehingga air hujan menyusup ke dalam ruang pintu.

Air hujan yang masuk bisa membuat power window kelabakan karena asam yang ada dalam air hujan bisa menimbulkan karat pada komponen logam regulator power window.

Karat membuat power window dipaksa bekerja berat. Gejala awalnya kaca naik atau turun ndut-ndutan kurang lancar dan jika sudah parah, kaca benar-benar macet meski tombol power window dipencet dengan emosional.

Untuk mencegah hal ini terjadi, cara termudah tentu saja melakukan penggantian karet list kaca apabila karet tersebut sudah mengeras dan rusak.

Cegah korosi

Untuk mencegah proses timbulnya karat, sering-seringlah mengoperasikan power window. Tentu saja pada kaca jendela pintu depan ataupun belakang. Pengoperasian ini dapat meminimalkan proses korosi.

Hanya jika power window terlanjur macet mau tak mau Anda harus sedikit bongkar-bongkar pintu untuk membersihkan karat dan melumasi power window Anda. Paling baik dilakukan rutin setiap enam bulan sekali.

Namun ingat, meski sederhana namun banyak baut yang bikin pusing sebelum Anda bisa menyentuh power window. Urutannya mulai dari membongkar door trim, membuka tuas pemutar kaca, mencopot sakelar power window hingga membersihkan dan melumasi logam yang berkarat.

Langkah pertama siapkan perkakasnya a.l. berbagai jenis dan ukuran obeng, kuas, gemuk, dan pelumas model spray seperti WD-40 yang ’sakti’ menundukkan karat.

Buka trim pintu dengan posisi kaca sudah diturunkan, lalu buka baut handle pintu. Cungkil panel pintu dengan obeng minus, dan jangan lupa copot sakelar power window. Bersihkan karet list kaca. Bisa digunakan kuas, busa dan sabun. Keringkan dan bersihkan dengan lap.

Bersihkan regulator power window dan oleskan gemuk begitu juga gigi penggerak motornya. Spray pembersih bisa digunakan untuk melunturkan karat sebelum dilakukan pembersihkan dan pengolesan gemuk.

Selanjutnya lakukan pemasangan kembali, namun sebaiknya serahkan penanganan power window macet kepada ahlinya.


MERAWAT PINTU MOBIL

Pertama, hindarilah membuka pintu penumpang ketika central lock tengah mengunci. Sebab, langkah ini akan memperpendek usia kerja aktutator central lock. Sebaiknya, buka tutup central lock secara terpusat di pintu pengemudi.

Kedua, untuk pintu sliding, perhatikan kondisi rel. Pergunakan lap bersih yang telah disemprot penetrant untuk menghilangkan kotoran dan sisa pelumas.

Setelah rel dibersihkan, olesi rel dengan gemuk yang mengandung parafin (hindari gemuk yang mengandung oli karena hal itu justru akan memudahkan debu menempel).

Ketiga, untuk pintu sliding dan electric sliding, hindari membuka tutup pintu ketika mobil tengah berjalan. Sebelum menutup atau membuka pintu, hendaknya pastikan mobil Anda benar-benar berhenti. Sebeb, pintu mobil memiliki momen gaya berat ketika mobil masih berjalan. Dan jika hal itu sering dilakukan, maka akan memperpendek usia motor penarik pintu mobil Anda.

Keempat, hindari menutup pintu dengan handle terangkat atau kenop pengunci tertutup pada saat hendak mengunci pintu mobil. Cara ini, justru akan memperpendek usia tuas tangkai pengunci dala.

Sebaliknya, gunakan kunci untuk mengunci setiap pintu. Memang pekerjaan ini terlihat merepotkan, akan tetapi langkah tersebut justru dapat mencegah kerusakan pada pengait pintu mobil Anda. Karenanya, silahkan mencoba langkah-langkah tersebut di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar